Influencer Marketing

Influencer Marketing

Menggandeng konten kreator atau para influencer saat ini jamak dilakukan oleh merek. Namun, efektivitas pendekatan ini tergantung pada strategi merek mengelola para influencer, menetapkan tujuan, hingga kanal atau media yang dipilih. 

Influencer marketing telah menjadi salah satu strategi pemasaran paling efektif di era digital saat ini. Hal ini salah satunya disebabkan oleh perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan ulasan dan rekomendasi dari orang yang mereka percayai di media sosial.

Strategi ini secara umum bisa dimengerti sebagai pendekatan pemasaran yang memanfaatkan peran para influencer. Mereka bisa datang dari kalangan tokoh publik, artis, selebritas, atau orang biasa. Peran mereka semakin populer karena bisa memenuhi kebutuhan merek-merek dalam hal branding, mempromosikan produk dan layanan, hingga melakukan advokasi.

Menurut laporan penelitian Vero dan YouGov bertajuk The Impact of Indonesia Influencer (2024), 94% responden mengatakan bahwa influencer mempengaruhi mereka dalam pola perilaku dan keputusan pembelian. Survei ini melibatkan lebih dari 2.000 responden di seluruh Indonesia dari berbagai latar belakang demografis yang berusia di atas 18 tahun. Laporan penelitian tersebut menegaskan peran signifikan influencer dalam pemasaran. Laporan itu juga menekankan bahwa Influencer sekarang ini menjadi pelopor di era transformatif yang tengah membentuk ulang lanskap pemasaran dan branding di Indonesia.

Bila dikaitkan dengan customer path di era digital yang dikenal dengan 5A atau aware, appeal, ask, act, dan advocate, peran influencer  ada di berbagai tahap. Untuk mempromosikan produk baru, misalnya, mereka bisa berperan dalam membangun awareness. Konten-konten mereka juga bisa berperan dalam membuat ketertarikan sehingga konsumen mulai bertanya-tanya tentang sebuah produk. Bahkan, influencer yang juga pengguna asli bisa melakukan advokasi dengan merekomendasikan produk itu karena manfaat yang ia peroleh.

Influencer mampu mempengaruhi pilihan konsumen melalui konten yang mereka buat. Ketika sebuah merek berkolaborasi dengan influencer yang tepat, mereka dapat mencapai audiens yang lebih luas dan tersegmentasi dengan lebih efektif dibandingkan dengan metode pemasaran tradisional.

Salah satu kekuatan utama influencer marketing adalah kemampuannya untuk menciptakan hubungan yang otentik antara merek dan konsumen. Influencer seringkali memiliki hubungan personal yang kuat dengan pengikut mereka, yang menjadikan rekomendasi mereka lebih dipercaya daripada iklan biasa.

Keunggulan lainnya adalah fleksibilitasnya dalam berbagai platform digital. Influencer dapat menggunakan berbagai media sosial, seperti Instagram, YouTube, TikTok, dan lainnya untuk menjangkau audiens mereka. Setiap platform memiliki demografi pengguna yang berbeda, sehingga merek dapat memilih platform yang paling sesuai dengan target audiens mereka. Dengan konten yang dapat berupa foto, video, cerita, atau bahkan podcast, influencer dapat menyampaikan pesan merek dengan cara yang kreatif dan menarik.

Dan, influencer marketing mampu menawarkan pengukuran yang lebih akurat dan real-time dibandingkan dengan metode pemasaran tradisional. Metrik seperti jumlah tayangan, likes, komentar, dan share dapat memberikan gambaran yang jelas tentang seberapa efektif kampanye yang dilakukan.

Tergantung Tujuan

Dari jumlah followers-nya (Grafik 1), influencer bisa dibedakan dalam beberapa jenis. Setidaknya ada empat jenis influencer, yakni nano influencer dengan jumlah pengikut 1.000 s.d. 10.000, micro influencer dengan jumlah pengikut 10.000 s.d. 100.000, macro influencer dengan jumlah pengikut 100.000 s.d. 1 juta, dan mega influencer dengan jumlah pengikut di atas 1 juta orang.

Image or Photo Marketeers Max

Tentu saja, tipe-tipe influencer tersebut memiliki peran yang kurang lebih sama, namun penekannya berbeda mengingat masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada mitos atau kesalahkaprahan umum yang menyatakan bahwa bigger influencer otomatis akan mendapatkan bigger impact. Kenyataannya tidak demikian. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa banyak merek sudah membakar uang banyak untuk menggandeng kalangan artis atau tokoh publik namun tidak memberi dampak signifikan bagi bisnis mereka.

Oleh karena itu, merek harus pintar-pintar memanfaatkan influencer sesuai dengan tujuannya. Bila tujuannya adalah membangun awareness untuk produk atau layanan baru, menggunakan influencer besar akan efektif karena pengikut mereka yang banyak. Tak heran, banyak merek saat melakukan peluncuran produk baru, menggandeng artis atau tokoh publik. Harapannya, semakin banyak orang yang mengikuti postingan sang artis, semakin besar tingkat eksposur yang didapat oleh merek. Strategi ini cocok ketika merek ingin membidik multisegmen maupun audiens secara massal.

Sebaliknya, bila tujuannya adalah untuk closing penjualan atau membangun engagement dengan konsumen, menggunakan influencer dengan skala lebih kecil akan lebih efektif. Alasannya, mereka memiliki hubungan yang lebih dekat dan pengaruh yang lebih personal. Apalagi kalau influencer tersebut berasal dari komunitas tertentu.

Selain itu, tipe ini cukup memiliki dampak karena keauntentikan yang ditampilkan mengingat saat ini konsumen lebih mempercayai sebuah ulasan atau testimoni yang autentik dan jujur. Tidak sama halnya dengan artis atau tokoh publik, influencer kecil tak memiliki jarak dengan konsumen karena sama-sama pengguna. Dengan demikian, untuk tujuan konversi dan membangun relasi lebih erat dengan komunitas konsumen, influencer kecil akan lebih efektif.

Sementara, untuk membangun keyakinan dan kepercayaan, reputasi seorang influencer juga menentukan. Influencer marketing memungkinkan merek untuk memanfaatkan kredibilitas dan otoritas yang dimiliki oleh influencer di bidang tertentu. Misalnya, seorang influencer kecantikan yang memiliki reputasi baik dan pengetahuan mendalam tentang produk kecantikan dapat membantu meningkatkan kredibilitas produk yang mereka promosikan. Demikian juga untuk produk-produk kesehatan, influencer dari kalangan dokter atau pakar kesehatan. Intinya, untuk produk-produk tertentu, suara pakar akan jauh lebih didengarkan ketimbang influencer biasa.

Paling tidak, strategi tadi bisa diterapkan juga berdasarkan konten-konten yang dicari oleh audiens. Masih mengacu pada hasil penelitian Vero dan YouGov (2024), ada beberapa jenis konten yang dicari oleh audiens dari para influencer (Grafik 2).

Image or Photo Marketeers Max

Menurut laporan tersebut, konten dalam bentuk saran dan tips dari para ahli menjadi konten yang paling dicari oleh audiens di Indonesia. Disusul dengan konten edukatif, cerita atau perjalanan pribadi, berita dan hiburan. 

Data tersebut menegaskan suatu fenomena yang menarik. Meski berita dan konten hiburan menjadi salah satu yang dicari oleh audiens Indonesia, tetapi peringkatnya masih berada di bawah tips ahli dan konten edukatif. Apa artinya? Artinya, audiens Indonesia ternyata lebih memprioritaskan substansi ketimbang sekadar konten hiburan.

Fakta-fakta tersebut bisa dijadikan pijakan oleh merek saat mau merancang strategi influencer marketing. Dari data tersebut, nampak bahwa konten-konten yang disukai adalah konten-konten yang sifatnya taktikal, edukatif, personal, informatif, sekaligus menghibur. Karena itu, kolaborasi kreatif antara merek dengan kreator konten menjadi tantangan tersendiri. Dalam hal ini, pemilihan influencer juga tak boleh sembarangan. Syarat minimalnya adalah influencer atau kreator konten tersebut memiliki citra dan nilai yang selaras dengan citra dan nilai yang diusung oleh merek.

Untuk memahami lanskap dan realitas penerapan influencer marketing, di edisi ini, Redaksi Marketeers memaparkan penerapan strategi tersebut dari berbagai merek dan industri. Sebut saja, industri fesyen dan kecantikan, e-commerce, maupun elektronik. Tak hanya itu, kami juga memaparkan inspirasi dari penyedia platform media sosial yang menjadi ruang aksi dari para influencer. Tak ketinggalan, opini-opini dari sebagai influencer di Indonesia. Semoga edisi membantu dan menjadi pegangang merek Anda saat merancang strategi influencer marketing.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top