seo.or.id Minggu Ini Google Berubah Lagi: Kenapa Trafik Naik Tapi Lead Mati
Ada satu grafik yang bikin gue berhenti scrolling minggu ini.
Traffic naik. Rapi. Konsisten. Bahkan lebih hijau dari biasanya.
Tapi inbox? Sepi.
WhatsApp? Lebih sepi lagi.
Di dashboard kelihatannya menang.
Di dunia nyata, bisnisnya batuk-batuk.
Dan ini bukan kejadian satu dua proyek.
Ini pola.
Google berubah lagi. Bukan dengan pengumuman. Bukan lewat blog resmi. Tapi lewat efek samping yang kerasa di lapangan. Pelan. Licin. Susah ditunjuk sambil bilang, “nih penyebabnya.”
SEO masih “jalan”.
Tapi arahnya geser.
Dulu, trafik itu proxy niat.
Sekarang, trafik sering cuma… kunjungan.
Banyak page kebagian exposure lebih luas, tapi yang datang bukan orang yang siap ambil keputusan. Mereka datang karena jawabannya muncul, bukan karena butuh solusi. Baca sebentar. Selesai. Pergi. Kadang bahkan tanpa scroll.
Search mulai makin mirip feed jawaban, bukan pintu masuk funnel.
Yang naik justru konten yang “cukup menjawab”, bukan yang “mendorong lanjut”.
Yang turun dampaknya adalah layer setelah klik: trust, urgency, intent.
Dan ini nyambung ke satu hal yang makin kerasa minggu ini:
Google makin pede motong proses.
AI Overview, rich result, instant answer—semua itu bukan fitur tambahan. Itu tanda arah. Search pelan-pelan berhenti jadi discovery engine, dan geser jadi resolution engine. Orang datang buat selesai, bukan buat eksplor.
Masalahnya, banyak website masih diset buat dunia lama.
Struktur kontennya berharap orang baca panjang, bandingkan, mikir, baru konversi.
Tapi user sekarang sering selesai bahkan sebelum sadar mereka lagi “search”.
Hasilnya aneh:
- CTR kadang naik
- Session pendek
- Conversion rate drop
- Lead quality makin random
Dan di titik ini, ngerjain “optimasi” klasik jadi kayak tambal ban bocor di jalan tol. Jalan, tapi deg-degan.
Ini bukan soal keyword salah.
Ini bukan soal title kurang clickbait.
Ini soal peran halaman yang berubah.
Beberapa page sekarang cuma berfungsi sebagai jawaban singkat, bukan entry point bisnis. Dan kalau page itu masih dipaksa jadi mesin lead, ya wajar kalau hasilnya zonk.
Yang menarik, proyek yang relatif aman minggu ini justru yang punya ciri begini:
- Identitas brand jelas bahkan tanpa scroll panjang
- Struktur halaman tegas: siapa, ngapain, untuk siapa
- Ada sense “entitas”, bukan cuma artikel
- Tidak bergantung sepenuhnya pada satu halaman buat konversi
Bukan berarti mereka kebal. Tapi efeknya lebih lunak.
Eksperimen kecil yang gue lihat gagal minggu ini juga konsisten:
nambah CTA, ngerapihin UX, tweak copy—tapi di halaman yang secara fungsi udah “direduksi” sama search engine. Dandanan bagus di ruangan yang salah.
Kesimpulan sementaranya (dan ini penting: sementara):
Traffic masih penting. Tapi dia bukan lagi indikator kesehatan tunggal. Bahkan kadang menipu.
Kalau trafik naik tapi bisnis nggak gerak, kemungkinan besar masalahnya bukan di acquisition, tapi di alignment. Alignment antara:
- apa yang halaman kamu “wakili”
- apa yang user butuhin
- dan apa yang search engine anggap cukup
Minggu ini Google nggak bikin SEO mati.
Dia cuma bikin ilusi makin mahal.
Dan di fase kayak gini, yang paling bahaya justru merasa aman karena grafiknya hijau.