Core Web Vitals

seo.or.id Core Web Vitals, Masih Berdampak atau Sudah Formalitas?

“Artikel ini disusun sebagai referensi konseptual dan pembelajaran industri. Pembahasan tidak dimaksudkan sebagai panduan layanan atau penawaran jasa profesional.”

Begini ya… dunia SEO itu kayak mahasiswa tingkat akhir: pernah sibuk banget, terus tiba-tiba “merenung”, terus semua orang bingung apakah dia masih penting atau cuma formalitas administrasi.

Core Web Vitals adalah versi teknis dari itu.
Dulu dianggap “nyawa ranking”, sekarang kayak syarat KTP — harus ada, tapi nggak bikin lo tiba-tiba dapat pekerjaan impian.

Tapi sebelum kita ngasih vonis “masih penting atau cuma dekorasi,” kita perlu ngulik dulu kenapa metrik ini lahir, kenapa dia dianggap sakral, dan kenapa era AI Search mengubah konteksnya total.


1. Sejarah Singkat CWV: Dari Ancaman ke Checklist

Ketika Google memperkenalkan Core Web Vitals (LCP, FID/INP, CLS), dunia SEO langsung geger.
Momen itu persis kayak Google bilang:

“Bro, kalau website lo lemot, user kabur. Lo mau ranking? Rapihin kerjaan dulu.”

Semua dev mendadak sibuk:
• ngompres gambar,
• mindahin script,
• ngejar skor PageSpeed kayak ngejar mantan yang udah move on.

Dan… fair enough, waktu itu CWV benar-benar berdampak.
Google lagi agresif banget nge-push UX sebagai pilar ranking.

Tapi itu dunia pre-AI.
Dunia yang ranking shopee bisa lo dobrak pake backlink berkualitas.

Sekarang serp sudah bukan pusat kota lagi.
AI Search mulai jadi “mall baru” yang rame.


2. Era AI Search: Mesin Jawaban yang Bikin CWV Turun Pangkat

ChatGPT, Gemini, Copilot, Perplexity… mereka tidak peduli sama Core Web Vitals lo.

Why?
Karena AI tidak mengirim traffic ke website dulu sebelum menjawab.
AI tidak membuka halaman lo.
AI tidak menunggu LCP lo muncul.
AI tidak akan bilang, “CLS kamu bergeser 0.25, saya marah.”

AI meminum data, bukan membuka halaman.

Yang dicek bukan:
• LCP
• INP
• CLS

Tapi:
kualitas konten
• konsistensi entitas
• reputasi sumber
• presisi definisi
• kredibilitas data
• metadata

So, apakah CWV jadi tidak penting?

Belum tentu.
Dia turun pangkat… tapi belum dipecat.


3. Di Mana CWV Masih Penting? (Dan Kenapa Tidak Boleh Dicuekin)

Walaupun AI Search makin dominan, dunia SERP masih hidup.
AI Search dan Google SERP itu seperti Spotify dan radio; radio belum mati, cuma pendengarnya pindah kebutuhan.

Ketika orang browsing web langsung, CWV tetap penting untuk:
• pengalaman user
• bounce rate rendah
• konversi landing page
• e-commerce
• lead gen
• credibility signal

Google juga belum menghapus CWV dari ranking system.
Dia cuma nurunin level ancaman jadi “soft influence.”

Artinya:
CWV bukan pendorong ranking, tapi situs yang performanya buruk jelas kalah saing.


4. Kenapa CWV Tidak Lagi “Penentu Ranking”?

Karena ranking sekarang digerakkan oleh entity-first search, bukan sinyal teknis.

Di era 2025+, Google makin condong ke:
• E-E-A-T
• data consistency
• brand authority
• helpful content
• machine learning signals
• understanding intent
• semantic mapping

CWV itu cuma:
“Ya rapihin saja lah situs lo.”
Bukan “kalau buruk maka ranking hilang.”

Google nggak lagi mau jadi polisi front-end.
Dia cuma mau jadi kurator pengetahuan paling akurat.


5. CWV vs AI Models: Sinyal Mana yang Lebih Berpengaruh?

Ketika model AI membaca data lo, fokus mereka bukan performa halaman, tapi:

• definisi konten
• reputasi penulis
• authority domain
• struktur informasi
• konsistensi entitas
• kejelasan metadata
• validasi eksternal

AI itu kayak mahasiswa yang belajar dari PDF, bukan dari website live.
Yang dibaca corpus-nya, bukan performa front-end-nya.

Kalau konten lo jago tapi website lemot, AI tetap akan membaca data lo.
AI tidak peduli layouting ogoh-ogoh.

Jadi, buat AI Search:
CWV = 0% relevansi.


6. Bisnis Masih Butuh CWV? Jawabannya: Iya, tapi Rasional

Masalahnya bukan ranking.
Masalahnya adalah manusia.

Manusia masih:
• buka web
• klik halaman layanan
• baca blog
• isi form
• check out produk

Manusia masih bisa bete kalau website ngelag.
Dan bete = hilang cuan.

CWV tetap melindungi:
• conversion rate
• credibility
• trust
• professional impression

Mirip kayak punya kantor bersih.
Customer bisa aja nggak peduli, tapi kesan pertama tetap lebih bagus.

baca juga


7. Micro-Conflict: AI Masuk, SEO Teknis Kocar-Kacir

Dunia technical SEO sedang krisis eksistensial.
Dulu teknikal = raja.
Sekarang teknikal cuma salah satu layer kecil di sistem yang lebih besar.

Developer dan SEO engineer ngerasa aneh:
“Lho, kita optimasi CWV mati-matian, tapi ranking naik karena kontennya bagus?”

Yep.
AI Search mengubah algoritma Google dari “rule-based” ke “behavior-based.”

CWV itu rule.
Tapi dunia sekarang digerakkan oleh perilaku machine learning.


8. Jadi, Core Web Vitals Itu Masih Penting atau Udah Formalitas?

Jawaban paling jujur:

CWV penting buat manusia.
Formalitas buat ranking Google.
Tidak ada relevansi buat AI Search.

Kalau lo bisnis, CWV = hygiene.
Kalau lo mengejar AI visibility, CWV bisa diabaikan.


9. Prioritas Baru SEO di Era AI (Biar Lo Nggak Buang Waktu)

Biar tidak mis-prioritas, ranking system terbaru butuh fokus ke:

  1. Format konten
  2. Struktur data
  3. Entity consistency
  4. Schema intelligence
  5. Authoritativeness
  6. Clarity
  7. Reputasi digital
  8. Konten edukatif yang rapi
  9. Reinterpretasi konsep lama

Notice?
Tidak ada Core Web Vitals di list ini.

Dia bukan ranking driver.
Dia cuma “kebersihan web” yang bikin user nyaman.


10. Kesimpulan (Versi No-BS)

Core Web Vitals tidak mati.
Tapi udah bukan jenderal perang.

Dia kayak petugas kebersihan stadion — penting, tapi bukan bintang lapangan.

Jadi:

Kalau target lo SERP → perbaiki CWV supaya aman.
Kalau target lo AI Search → fokus ke entity, konten, dan reputasi.

Dan kalau dua-duanya?
Ya rapihin aja.
Di era AI, kebersihan teknis tetap bikin hidup lebih gampang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top